Rabies, Another Side of Story
January 4, 2009
Seandainya saat ini ada manusia se-kaliber Angling Dharma atau Santo Fransiskus dari Asisi, mungkin kita akan lebih mudah memahami berbagai penyakit yang disebabkan atau diperantarai oleh binatang. Kedua tokoh ini memiliki latar belakang yang jauh berbeda dan hidup di jaman berbeda. Angling Dharma seorang tokoh nusantara yang kisah hidupnya menempatkan sang tokoh antara kenyataan dan legenda cerita rakyat. Sejumlah tempat di nusantara mengenal tokoh ini, mulai dari Jawa Barat, Bojonegoro hingga Bali. Sementara Santo Fransiskus dari Asisi, Italia adalah santo pelindung binatang dan anak-anak, ia hidup antara tahun 1182 hingga 1226. Persamaan keduanya adalah kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan binatang-binatang dan menyatu dengan semua ciptaan.
Mendobrak Tradisi Menuai Bencana
December 22, 2008
Bagi sebagian orang yang menganggap dirinya visioner, berpandangan ke depan dan lain-lain yang intinya mendukung adanya PERUBAHAN, judul diatas tentu disimpulkan sebagai sesuatu yang stagnan atau bahkan cenderung anti-perubahan. Mendobrak sebuah tradisi yang sudah lama hidup dan disepakati bersama oleh sebuah masyarakat, memerlukan keterbukaan wawasan, kematangan dalam berpikir, dan tentu saja memahami apa yang sedang terjadi. Mendobrak tradisi tidak dilakukan secara impulsif atau semata untuk kepentingan jangka pendek yang seolah-olah menyelesaikan masalah, namun pada dasarnya justru membahayakan diri sendiri dan sekian generasi berikutnya.
(EVALUASI) PERHELATAN AKBAR PESTA KESENIAN BALI
October 16, 2008
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 tahun 2008 sudah berlalu. Perhelatan rutin ini dari tahun ke tahun menuai berbagai pendapat, seringkali yang bernada sumbang : PKB monoton, PKB bagaikan pasar malam, tidak benar-benar menjadi media pelestarian budaya Bali…dst. Meski demikian, PKB terus berlanjut, diadakan setiap tahun disekitar bukan Juni atau Juli, selama sebulan penuh. Jika diamati, ajang PKB terutama di malam hari, memang tak ubahnya pasar senggol alias pasar malam, khususnya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Memang disana-sini, diantara sekian kalangan (panggung tradisional) dan panggung modern yang terdapat di Art Centre, ada saja pertunjukan kesenian yang diselenggarakan. Dan masyarakat pun sebenarnya memiliki cukup banyak pilihan untuk menikmati kesenian tersebut. Hanya saja, yang sering terjadi, hiruk pikuk pedagang dan aneka barang dagangannya menjadi lebih menarik ketimbang seni pertunjukan itu sendiri. Pengunjung seringkali justru terlena diantara gelaran barang dagangan, sehingga pagelaran sebuah seni pertunjukan pun terlewatkan.
Scattered Paradise
August 1, 2008
I never arrived early enough to find a morning newspaper. Somebody always got it first. What’s left behind is a local newspaper about business which is not really interest me. But then there’s Bali Times, a month ago edition, wrapping those new local newspapers. What interest me the most is the small picture of Paulo Coelho at the front page, he’s one of my favorite writers because he’s deep, spiritual and human. As I read through the pages, I found a very interesting article by Mark Ulyseas. The title was Paradox in Paradise : Chameleons (or ‘bunglon’ in Indonesia). It evoke some thoughts which probably hang about at the back of my head for ages.
Lucky Balinese
July 25, 2008
Ternyata buat sebagian orang, menjadi orang Bali merupakan sebuah “keberuntungan”. Entah beruntung karena terlahir di “surga tempat tinggal para dewata”, atau beruntung karena tidak perlu bekerja keras dan uang datang dengan sendirinya – sebuah anggapan klasik bagi sebuah daerah tujuan wisata.
What a Shame
April 10, 2008
Ketika akan menuju kantor, saya melewati Jl. Durian. Di depan ada mobil Avanza (atau Xenia?) berwarna biru muda dengan plat DK sekian sekian CM (saya tidak begitu memperhatikan CM/ QM). Mobil tersebut melaju sangat pelan –padahal di depan tidak ada kendaraan lain. Saya tidak bisa mendahului dari sisi kanan sehingga saya ikuti saja sambil mencoba bersabar (bahkan meng-klakson pun tidak).
Saat berada di sisi belakang kanan mobil tersebut, pengemudinya membuka kaca jendela sehingga saya bisa melihat bahwa pengemudinya adalah pria asing berkacamata hitam dan bertopi. Kemudian tiba-tiba saja pria tersebut (dengan sengaja) membuang secarik kertas seukuran karcis parkir melalui jendelanya sambil tertawa lebar dan melihat saya melalui spion nya.
And then there were Silence..
April 1, 2008
Bali in a deep silence. It’s Nyepi day, my most favorite day in the whole year, more than I like my own birthday or the New Year (according to the Gregorian calendar). For Balinese, Nyepi is a new year, and 2008 will be the year of 1930 according the Saka year. It’s time to take the journey within and it can really makes you your own best friend in a way.. There are 4 basic “rules” on Nyepi :