Traffic Madness (3)

Apakah helm benar-benar menjamin keselamatan pengendara sepeda motor? Tergantung. Tergantung jenis kecelakaan dan tergantung kualitas helm. Masih ada tergantung yang lain : tergantung jalan karma, keberuntungan, mukjizat, garis tangan, kehendak Tuhan, nasib, dll yang serupa diluar pemahaman nalar biasa. Di Bali dan mungkin juga Jakarta, sudah menerapkan aturan berlalu-lintas terkait penggunaan helm standar (helm yang menutupi sebagian besar bagian kepala samping dan belakang). Jadi jika coba-coba menggunakan helm dengan tampilan mirip helm proyek, pasti akan kena tilang (mau jalan damai atau lewat pengadilan, tergantung anda dan polisi).

Suasana agak berbeda di Bangkok, lebih-lebih di Phnom Penh. Sebenarnya suasana lalu lintas Bangkok agak mirip Jakarta, jadi tidak terlalu terasa di luar negeri, kecuali karena bahasa dan tulisannya yang mirip-mirip huruf Bali/ Jawa. Dan disini, tidak wajib helm, rambut bisa berkibar-kibar untuk para lelaki yang ingin memamerkan kegondrongannya, mungkin..

Di Phnom Penh, mereka sepertinya cukup berbakat menjadi pemain sirkus, karena satu sepeda motor bisa mengangkut 3-5 orang dewasa! Bukan lagi mobil keluarga, melainkan motor keluarga. Itu baru sepeda motor. Jenis angkutan umum lainnya yang sejenis tuk-tuk di Thailand, bisa muat sampe 10 orang, padahal setelah dicoba, kapasitas normal untuk anatomi tubuh orang awam hanya untuk 4 orang, plus barang-barang bawaan dibawah kaki. Kenapa bisa muat sampai 10 orang? Karena areal dibawah kaki yang biasanya untuk barang, bisa dimanfaatkan untuk menambah jumlah penumpang! Jangan lupa, masih ada kesempatan untuk bergelantungan disisi kanan kirinya..

Meski tidak sehiruk pikuk di Bangalore, pengguna jalan di Phnom Penh bukan tipe penyabar. Traffic light berfungsi dengan baik, hanya saja pengendara sepeda motor biasanya berhenti tidak pada batas traffic light, tapi kira-kira setengah meteran SETELAH traffic light. Jadi sebenarnya mereka tidak tahu kapan lampu akan berubah hijau, yang jelas begitu kendaraan dari seberang berhenti, mereka akan segera melaju. Data statistik menunjukkan tahun lalu jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas bisa mencapai 4 orang/ hari! Jumlah ini belum ada apa-apanya dibandingkan ketika Khmer Rouge ruling the country dengan tragedy the killing field saat itu, but it’s still worrisome, no?

But it might be another ‘healing’ process for them after years of such tragedy, breaking out, live a ‘disorder’ life for some time, to be able to find and trust the life in order. Mungkin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: