Akibat Nila setitik Rusak Susu Sebelanga

Ada yang bilang lingkungan kerja tidak pernah benar-benar “sehat”, jadi dengan kata lain, jangan mencari sahabat terpercaya di lingkungan kantor. Sehat tidaknya sebuah lingkungan kerja ditentukan oleh banyak faktor, misalnya tingkat kesejahteraan, efektifitas sistem kerja dan koordinasi antar bagian di perusahaan tertentu, tingkat keprofesionalan orang-orang di dalamnya, tingkat apresiasi yang diberikan employer kepada employee,Dan faktor yang sebenarnya paling penting : sehat tidaknya mentalitas orang-orang yang terhimpun dan terhubung satu sama lain dalam institusi tersebut.

Dalam perusahaan manapun, dalam divisi manapun, akan selalu ada pegawai yang dengan mudah seen as a negative personality. Tipe-tipe begini samasekali tidak bisa berempati untuk ikut merasa senang, lebih-lebih untuk bisa menghargai kesuksesan rekan kerjanya. Alih-alih fokus dengan job descriptionnya, atau mengembangkan diri dengan learn something new, mereka cenderung akan sibuk mencoba menemukan kelemahan orang lain, melanggar teritori wewenang ke divisi lain, mencoba berbagai cara untuk menciptakan image buruk bagi rekan kerja yang sekiranya menjadi ‘ancaman’ bagi eksistensi mereka. Biasanya pertemuan atau rapat-rapat antar divisi menjadi ajang permainan “bulutangkis”, saling lempar pertanyaan-pertanyaan menjebak dalam rangka to make others looks bad dan dengan demikian menjadikan dirinya terlihat lebih cerdas daripada yang sebenarnya. Seseorang yang merasa inferior sangat mudah curiga, cemas dan waspada kepada setiap orang disekitarnya dan seringkali secara tidak sadar membangun tampilan diri yang tangguh, menyeramkan, sulit diajak berkoordinasi, menunjukkan bahwa dirinya lebih penting, menuntut orang lain untuk bersikap ‘profesional’ sementara disisi lain terus berlaku tidak professional, dan terus saja mencari-cari kesalahan/ kelemahan orang lain (tentu saja melalui celutukan/ obrolan2 yang mendiskreditkan orang lain TANPA sepengetahuan orang yang bersangkutan). Akibatnya, tipe pekerja seperti ini akan menularkan kenegatifannya ke orang-orang disekitarnya, karena pikiran adalah energi, dan energy is connected, transferable.
Apa yang tidak disadari oleh seseorang yang berkepribadian merusak susu sebelanga ini adalah, they make their own trap. Menjebak diri sendiri ke dalam jaringan kusut pikiran-pikiran negatif, kecemasan tiada henti karena kapan saja orang bisa berbuat tidak baik kepada dirinya, dengan tujuan menghilangkan eksistensinya. Jenis ketakutan yang justru mereka lakukan terhadap orang lain. Most of their 24 hours time in a day, digunakan untuk memikirkan orang lain, memikirkan strategi macam apa yang bisa dilakukan untuk saving their own ass dalam segala situasi. Dengan tingkat kesibukan semacam itu, how can you expect that they give their 100% for the company? But yet this kind of people can’t be put aside, moreover be fired, because they have certain privilege to stay put in the company, no matter how much bad influence they create for everybody around them, and then drag the company down. Tant pis mais c’est la vie. Life sucks, sometimes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: