Mislead Advertisement

Madonna sering dianggap “reinkarnasi” Marilyn Monroe, terutama di tahun-tahun awal penampilannya. Ada semacam stereotype, blonde girls are just stupid. Tapi rasanya ini tidak berlaku untuk dua perempuan ini. Kabar terakhir, kematian misterius Marilyn Monroe di kamar tidurnya mulai terungkap. Perempuan ini dianggap “berbahaya” karena dekat dengan keluarga Kennedy, terutama JFK. She’s a very smart girl, got involved too deep into something and that made her got killed. Sementara Madonna, diantara segala lintang pukang perjalanan kariernya hingga menjadi bintang, membuat Madonna ‘berbeda’ dengan kebanyakan artis-artis lain yang hidup di permukaan. She IS deep.

Kalau dua perempuan ini (dengan icon/ gaya pose mereka yang sudah terkenal itu) disatukan, sangat masuk akal. Tapi kalau kemudian pihak produk shampoo memilih KD sebagai duta lokal mereka, nah, itu baru menarik untuk dibahas..

Setelah menelusuri temuan google dengan kata kunci : “iklan__KD”, ternyata banyak yang berpikiran sama dengan saya. The advertisement is so mislead, we can’t help for not asking WHY. Why KD, Why with Madonna and Marilyn Monroe, Why? Pihak produk shampoo yang dikutip salah satu blog mengatakan, message iklan tersebut adalah tentang icon wanita yang membuat keputusan penting dalam hidupnya di usia dua puluhan. KD yang terhitung berhasil dalam hal kepopuleran dan kekayaan plus sekian award yang diterimanya, disetujui oleh Madonna untuk menjadi pendamping iklannya. Iklan ini kemudian lebih berupa campaign “hidup tidak bisa menunggu..” (untuk rambut indahmu) than just selling product. Itulah sebabnya-menurut mereka- ini tidak berkisar pada masalah rambut saja.

Penciptaan karakter/ image pada sebuah produk, in my personal opinion, iklan-iklan Sampoerna A-mild sangat berhasil. It’s fun, smart and totally different. Pikiran kita tidak tergiring melihat A-mild adalah produk rokok, tapi kita tergiring untuk attached dengan iklan tersebut, dan justru kadang terlupakan bahwa brand nya adalah rokok. Ini memang ranah yang sangat halus, selling the product without necessarily menggiring orang untuk secara otomatis mengasosiasikan pesan dengan produk, and yet people still recognize it. Hampir tidak mungkin orang salah mengenali gaya bahasa/ tampilan iklan Sampoerna A-mild dengan merk rokok lainnya.

Khusus untuk iklan KD ini, orang tetap akan mengasosiasikan produk shampoo ini dengan keindahan rambut, karena iklan-iklan sebelumnya lekat dengan model-model iklan yang memiliki rambut alami, hitam (dan kemudian berkembang menjadi warna-warna lain), lebat dan bercahaya. Sementara KD? It looks like nothing natural came out of her. Tata rias berlebihan -which make you think, does she wear it also in bed- dan terutama, kebiasaan untuk memakai WIG disegala kesempatan (please keep in mind that wig = FAKE hair). So how you can offer her as a model for your product (shampoo), while her actual hair is not as beautiful as all those wigs she wears? Knock knock, hello..

Even if alasan yang diberikan bahwa ini bukan masalah rambut semata, bahwa campaign ini ditujukan bagi wanita yang dianggap ‘mirip-mirip’ perjalanan hidupnya atau prestasinya atau tingkat kedalaman pemahaman as a human being seperti Marilyn Monroe atau Madonna, tetap saja keputusan untuk memilih KD yang kemudian disejajarkan dengan kedua perempuan itu : unbelievably surprising. Kalo memang bukan masalah rambut semata, there’s a lot of OTHER smarter and deeper Indonesian women. Jika hanya melihat “daya hidup” dan bukannya tingkat kesehatan rambut, I bet ada banyak perempuan Indonesia lain yang lebih pantas dan rasanya memiliki rambut lebih sehat karena tidak harus selalu tertutupi wig.

Jadi sebenarnya, apa sih maunya? Mau campaign sikap hidup/ daya hidup, atau iklan produk shampoo yang nota bene modelnya harus berambut sehat? Dari sekian blog yang mencantumkan topik ini, banyak yang mengatakan kalau rambut asli KD tipis dan tidak menarik. So what’s the main point of this ads, actually? Madonna dan Marilyn Monroe rambutnya memang biasa-biasa saja, tapi orang-orang mengenal mereka juga bukan karena rambut indah mereka. But KD, masih terlihat sangat jomplang jika 3 ‘icon’ ini disejajarkan. Apakah hanya karena KD menyandang predikat ‘diva’ sehingga terpilih? Namun sekali lagi, mungkin predikat ‘artis’ di Indonesia dianggap sudah cukup untuk menilai kedalaman seseorang. Sederhananya, please deh, timbang-timbang dulu bobot para icon ini, sesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan melalui iklan ini, baru pikir masak-masak siapa yang akan dimunculkan sebagai duta (lokal) untuk produk ini. Ada yang bilang juga bahwa KD merupakan kandidat tunggal sebagai duta lokal. Wah, dari sekian banyak perempuan Indonesia yang actually contribute something to the society around them..dan hanya ada satu calon tunggal? Maybe the team campaign of this product is just not trying hard enough.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: