Lemot Akut Bureaucracy (part two)

Surat rekomendasi asli sudah ditangan, hasil dari berpacu dengan waktu mengejar tandatangan direktur SDM. Kejadian konyol sehari sebelumnya nyars terlupakan, berkat olah visualisasi kreatif di malam hari. Harapan untuk menyelesaikan segala urusan di hari ini pun terbangkitkan dan perjalanan ke lokasi terasa ringan..

Hanya sedikit kendaraan yang parkir dan di ruang tunggu pun hanya ada segelintir orang. Good sign. Segera menuju loket dan berpapasan dengan si ibu tambun yang kemarin memutuskan bahwa surat rekomendasi harus asli. Wow, ada banyak roti Baker’s Corner (saya kenali dari plastiknya) yang dijinjing si ibu. I’m being negative to her, I know..tapi kejadian kemarin benar-benar menjengkelkan, jadi harap dimaklumi.. Penjaga loket masih laki-laki muda yang kemarin, tapi kali ini tanpa temannya yang kemarin mengabaikan map formulir saya. Surat rekomendasi berpindah tangan, tapi lagi-lagi saya menunggu karena rekan kerjanya memerlukan bantuan. Di dalam ruangan, ibu dengan banyak roti tadi ternyata sudah duduk dan dihadapannya ada setumpuk tinggi berkas-berkas permohonan paspor. Hmmm..mungkin si ibu memang cukup berdedikasi? Buktinya, roti-roti itu belum tersentuh samasekali..Now am being positive to her!

Menunggu..

Petugas loket sibuk memberi catatan-catatan, membuat lingkaran-lingkaran di dokumen saya. Beberapa kali ada orang yang menghampiri loket dan menyerahkan secarik nomer antrean. Mereka mendapat jawaban seadanya,”tulis dulu disini,” sambil menunjuk sebuah buku antrian (lagi). Kemudian setelah proses tanda menandai dokumen saya selesai, dia mengambil nomer antrian sejenis, menulis nama saya di buku antrian dan menuliskan sesuatu di nomer antrian tersebut.

Akhirnya si petugas kembali kepada saya sambil menyerahkan kertas antrian bernomer 88 sambil berkata kira kira begini,”Tolong kembali lagi kesini hari Rabu depan, tanggal 15 antara jam 8 sampai jam 12, untuk membayar, wawancara dan foto.” Sekilas saya lihat tangannya sedikit gemetar, entah karena grogi, kurang percaya diri atau memang sedang kedinginan. Saya baru bisa kembali minggu depan? Dan semua berkas asli : KTP, KK, Ijasah SMA dan Akte Kelahiran, ngendon disana selama seminggu? Apakah ini prosedur yang normal? Selama itu? Bagaimana sebenarnya perjalanan dokumen-dokumen itu sehingga membutuhkan waktu seminggu penuh untuk bisa diproses lebih lanjut? Aaaarrrrgggh! OK. Kalau dipikir-pikir, visualisasi kreatif saya semalam sebenarnya ‘agak’ berhasil. Saya tidak perlu antri, saya bisa segera berangkat ke kantor..Tapi kalau hasilnya hanya selembar nomer antrian lagi.. .

Anyway, saya mencoba menghibur diri. Hari Rabu depan bertepatan dengan weton saya, jadi saya hanya menarik kesimpulan : bisa jadi ini pertanda baik, siapa tahu Semesta memang mengijinkan saya untuk bertualang melalui paspor baru ini? Let’s just see. (to be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: