Wahyu Tuhan untuk Capres

Ada banyak cara yang dipakai orang untuk menunjukkan dukungan terhadap capres/ cawapres pilihannya. Status-status di facebook, attachment ke berbagai link, notes, blog pribadi, dsb. Itu baru di dunia maya. Di keseharian juga masih banyak cara lain untuk menunjukkan dukungan. Tapi hari ini ada satu yang sangat menarik, lumayan untuk refreshment di jam kerja yang sibuk.

Ketika kembali ke ruangan setelah makan siang, seorang rekan kerja terlihat bingung ketika menerima telpon. Setelah beberapa saat, dengan wajah hopeless, dia meminta saya untuk mengambil alih telpon tersebut. Terdengar suara seorang perempuan diseberang sana. Dari suaranya, saya memperkirakan ibu ini adalah perempuan separuh baya. Hal pertama yang ibu ini sampaikan adalah, dia akan mengulang kembali ceritanya karena saya belum mendengar ceritanya dari awal (dengan rekan kerja tadi). Ibu itu bilang, dia benar-benar ingin agar rakyat MEMILIH. Saya langsung berpikir, “Ok, berarti ini berkaitan dengan Pilpres..”, dan merasa sedikit heran kenapa rekan kerja saya itu mukanya sedemikian hopeless tadi, wong cuma masalah Pilpres kok. Kemudian dia berkata, “saya kan sudah cerita tentang ‘wahyu’ pertama? Hari ini saya menerima kembali wahyu itu”. Wah, saya punya firasat sepertinya akan terjadi dialog terkait ‘dunia lain’. Oh, well.

Menurutnya, apa yang diterimanya bukanlah suara manusia, melainkan suara Tuhan. Dia merasa wajib untuk menyebarkan wahyu ini karena jika tidak disampaikan ke orang lain, ia merasa sakit, tidak nyaman dan dikejar-kejar perasaan bersalah. Dia berusaha meyakinkan bahwa Tuhan memang menghendaki Capres X memenangkan Pilpres ini nanti. Jadi apapun yang terjadi, Capres X inilah yang akan menang. Lagi-lagi karena Tuhan yang menghendakinya. Kemudian saya mendengar paparan alasan-alasan mengapa si Capres X yang direstui Tuhan, karena –ternyata- berawal dari jaman kerajaan Majapahit. Menit-menit berikutnya, saya tidak terlalu menyimak karena kemudian sibuk dengan pikiran saya sendiri, how to end this conversation dengan cukup nice, tanpa menyakiti hati ibu ini yang mungkin benar-benar percaya dengan sesuatu yang dianggapnya ‘wahyu’ tadi. Samar-samar saya dengar tentang filosofi sebuah pohon..bahwa akar-lah yang penting, sumber makanan, sehingga rakyat Indonesia memang sudah ditakdirkan untuk hormat pada petani, sumber makanan juga dari laut..dst.

Di hari kerja yang begitu padat, saya hanya punya sedikit waktu untuk berlama-lama berada dalam dialog (atau tepatnya monolog) yang ‘menarik’ ini. Jadi ketika ada sekian detik jeda, saya langsung sambar detik itu untuk menyela dan meminta maaf karena terpaksa memotong pembicaraan. Saya jelaskan bahwa media adalah institusi yang seharusnya netral, tidak bisa digunakan untuk ‘menghasut’ masyarakat untuk memilih Capres X. Media hanya bisa menghimbau pentingnya berpartisipasi saat Pilpres nanti, namun siapa yang akan dicontreng, adalah hak masing-masing pemilih. Tanpa memberi kesempatan jeda, saya sarankan untuk menghubungi markas partai asal sang Capres, sehingga mungkin wahyu yang diterima ibu ini bisa dijadikan materi kampanye tim sukses sang Capres, mungkin ? Pembicaraan selanjutnya adalah mengenai alamat markas partai sang Capres, jalan mana yang bisa diambil untuk bisa sampai ke lokasi.

Dan akhirnya selesailah dialog itu dengan manis, diiringi ucapan terimakasih kedua belah pihak. Saya kembali ke pekerjaan saya dengan lebih bersemangat, yang datangnya entah darimana. Terkadang ada moment-moment dalam keseharian kita yang benar-benar ‘ajaib’ and really made our day! Tapi saya masih bertanya-tanya apakah wahyu ini masih berlaku dan berguna bagi tim sukses sang Capres, mengingat saat ini sudah memasuki masa tenang? Saya cuma berharap ibu tadi bisa menerima dengan lapang dada jika pada akhirnya bukan sang Capres kandidat Tuhan tersebut yang memenangkan Pilpres tahun ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: